Warga Palestina Pesimistis akan Pemerintahan Baru Israel

iMagz.id  -  Pemimpin oposisi Israel bersiap memublikasikan dewan menteri rezim terkini untuk melengserkan Kesatu Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setelah mencapai perjanjian aliansi dengan kawan politik. Di dasar perjanjian aliansi, Naftali Bennett, seorang patriot dan mantan menteri pertahanan, akan jadi kesatu menteri, dan memberikan posisi itu pada Atasan Antagonisme Yair Lapid dalam durasi 2 tahun.

P
Pemandangan Kota Suci Yerusalem dengan Masjid Kubah Emas.


Pergantian kepemimpinan di Israel diperkirakan tidak akan mengganti skedul politik Israel terkait suasana di Timur Tengah. Masyarakat Palestina di Pinggir Barat dan Gaza beberapa besar pesimistis terdapat pergantian dalam rezim Israel.

Calon atasan patriot, yang akan mengambil alih Netanyahu, mungkin akan mengejar skedul kapak kanan yang serupa. Naftali Bennett, mantan administratur di badan utama penduduk Pinggir Barat Israel, akan jadi atasan terkini Israel di dasar perjanjian aliansi, Rabu.

" Tidak terdapat perbandingan antara satu atasan Israel dan yang lain," tutur Ahmed Rezik, 29, seorang karyawan penguasa di Gaza, semacam dilansir dari CNA, Jumat 4 Juni 2021.

" Mereka bagus ataupun kurang baik untuk bangsa mereka. Dan kala itu terkait pada kita, mereka seluruh kejam, dan mereka seluruh menolak untuk memberikan hak dan tanah mereka pada banyak orang Palestina."

Bassem Al- Salhi, seorang perwakilan untuk Badan Pembebasan Palestina( PLO), mengatakan Bennett tidak takluk berlebihan dari Netanyahu." Ia akan mengatakan alangkah ekstremnya ia di rezim," tuturnya.

Hamas, yang memahami Rute Gaza, memperhitungkan tidak akan terdapat kelainannya siapa yang menyuruh Israel.

“ Palestina telah melihat lusinan penguasa Israel sejauh sejarah, kanan, kiri, tengah, sedemikian itu mereka menyebutnya. Tetapi mereka seluruh jadi kompetitor kala menyangkut hak- hak orang Palestina kita, dan mereka seluruh memiliki kebijaksanaan ekspansionisme yang berselisih,” tutur ahli ucapan Hazem Qassem.

Untuk awal kalinya di Israel, aliansi rezim akan melingkupi sebuah partai Islam yang diseleksi oleh anggota minoritas Arab Israel sebesar 21 persen, yang ialah masyarakat Palestina berdasarkan adat dan peninggalan dan Israel berdasarkan kebangsaan.

Atasan Partai Arab Bersuatu, Mansour Abbas, mengatakan akad aliansi akan membuat lebih dari 53 miliyar shekel( US$16 miliyar) untuk tingkatkan prasarana dan melawan kesalahan kekerasan di kota- kota Arab. Tetapi ia telah dikritik di Pinggir Barat dan Gaza karena membela pada" kompetitor".

" Ia pengkhianat. Apa yang akan ia jalani kala mereka memintanya untuk memilah meluncurkan perang terkini di Gaza? Apakah ia akan menerimanya, jadi bagian dari pembantaian masyarakat Palestina?" tutur masyarakat Gaza, Badri Tenggelam( 21).(rez)