Ini Bahayanya Jika Benda Asing Dimasukan ke Hidung Bayi

iMagz.id - Anak bayi biasanya masih amat suka main dan mengeskplorasi badan sebagai bagian dari cara belajarnya. Walaupun berikan khasiat bagus, tetapi ini pula dapat jadi ancaman yang tak diketahui karena barang asing rentan dimasukan ke bagian- bagian badannya.

P
Ilustrasi anak/balita.


Dokter ahli kerongkongan, hidung, dan kuping, dokter. Fairuz Balfaz, Sp. THT, mengatakan kalau rasa mau ketahui anak yang amat besar buatnya sering memasukan barang asing ke bagian badan. Dari pengalamannya, zona badan yang sering jadi target anak merupakan hidung.

" Sangat kerap di hidung. Barang asing sangat kerap itu merjan. Tetapi barang yang lain yang organik ataupun anorganik pula dapat masuk," tuturnya dalam kegiatan Hidup Segar, TvOne.

Barang organik sendiri melingkupi insan hidup semacam laler, serangga, sampai kecoa. Sementara, barang anorganik semacam mainan, manik- manik, dan batre. Dapat pula, berbentuk kacang tanah, tisu, kertas, sampai balut permen.

" Sangat beresiko itu baterai jam karena terdapat zat kimia dan dapat merusak jaringan di sekitar hidung. Jika dituntut masuk sangat dalam, pula dapat cacat sekat antara hidung," tuturnya.

Sementara untuk kuping, biasanya barang yang masuk berbentuk beras, biji- bijian, sampai mainan kecil. Di bagian kerongkongan, 2 barang sangat kerap merupakan duri ikan dan koin.

Lalu, apa bahayanya?

Pada barang asing yang masuk ke hidung, takut bisa masuk ke dalam saluran nafas atas, bahkan ke bagian dasar semacam alat pernapasan. Perihal ini mengarah mengakibatkan epistaksis ataupun jaringan di sekelilingnya cacat. Serupa perihalnya bila barang asing masuk ke kuping, bisa melukai rebana kuping alhasil rungu kurang bagus.

" Jika kerongkongan, barang asing yang terisap dan terlekat, jeleknya bisa menutup jalur nafas dan anak mendadak dapat biru, dapat mencuat kematian," tutur ia.

Tanda awal

Tanda dini yang pantas diwaspadai orang berumur, paling utama pada anak yang belum sanggup mengatakan dengan bagus, dapat diamati dari terdapatnya peradangan yang mungkin mencuat di zona hidung ataupun kuping. Aroma kurang nikmat pula biasanya mencuat karena peradangan itu.

Di hidung, biasanya anak mengalami pilek satu bagian dan aroma hidungnya kurang lezat. Sementara tanda di kerongkongan ialah sering ngeces dan tak ingin makan, dan mengarah gelisah.

Bantuan pertama

" Tidak belingsatan supaya orangtua dapat berpikir bening akan tahap yang wajib dilakukan," ucapnya.

Untuk di hidung, tidak melakukan metode apapun karena takut justru mendorongnya masuk sangat dalam, bahkan ke alat pernapasan. Sementara di kerongkongan, yakinkan anak masih dapat bernapas dan tengadahkan anak untuk melihat barang asing itu.

" Sangat utama merupakan selamatkan jalur napas anak. Jika di kerongkongan masih nampak, ambil barang asingnya gunakan jemari," tutur ia.

Jika masih tak dapat pergi, jalani tahap heimlich maneuver, ialah dengan mendesak bagian perut dengan cara kokoh supaya barang asing pergi melalui jalur nafas. Anak dapat dilakukan sembari telungkup ataupun menggendongnya dari depan sembari menekan perut ataupun bagian ulu batin.(tya)