23 Poktan di Bantul Dapat Bantuan Alsintan

iMagz.id - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) kepada puluhan kelompok tani (Poktan) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Bantuan ini diserahkan kepada 23 kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (PPKP) Kabupaten Bantul.

p


Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Alsintan saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan pertanian. Hal ini dikarenakan melalui teknologi tepat guna, petani dapat lebih efisien dalam meningkatkan hasil panen.

Peran Alsintan tidak hanya mendukung proses budidaya maupun pasca-panen, tetapi juga beragam pengembangan proses hasil panen menjadi produk pangan tambahan.

"Tentu saja, transformasi teknologi bagi para petani ini berjalan lebih efektif, hemat waktu, serta lebih ramah lingkungan. Dalam waktu singkat, petani dapat meningkatkan kesejahteraannya," ujar Mentan SYL, Munggu (2/5/2021).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, dengan Alsintan juga bisa mengurangi biaya produksi hingga 30%. Proses pengembangan lahan pertanian menggunakan Alsintan dapat berjalan lebih cepat.

"Selain itu, biaya produksi yang dibutuhkan juga bisa berkurang cukup banyak," kata Sarwo Edhy.

Terbukti, setelah mendapat bantuan Alsintan, petani di berbagai daerah mampu memangkas biaya produksi hingga 30% dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, petani juga tidak perlu mencari dan memberi upah bagi buruh yang diminta untuk mencangkul sawah.

"Hal ini dikarenakan traktor sudah dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam kurun waktu lebih singkat," tambah Sarwo Edhy.

Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih mengatakan, permasalahan dan tantangan dalam meningkatkan pembangunan pertanian ke depan semakin berat. Karena ada beberapa masalah, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan sawah dan masih terbatasnya sarana prasarana infrastruktur serta penerapan teknologi pertanian.

"Alat pertanian yang diserahkan tersebut terdiri 7 unit hand traktor besar, 9 unit power thresher multi guna, 1 unit power thresher mobil dan 6 unit pompa air. Seluruhnya senilai Rp 509.400.000 berasal dari APBN dan APBD DIY," sebutnya.

Menurut bupati, penggunaan alat mesin dalam pertanian sudah tidak bisa diabaikan. Salah satu ciri pertanian modern adalah menggunakan alat mesin pertanian, dari hulu hingga hilir.

“Dengan cara ini, peningkatan produksi bisa dilakukan, karena Alsintan mampu menekan kerugian dan juga membuat pertanian menjadi efesien,” ungkap Abdul Halim.

Karena itu, bupati berpesan kepada para petani penerima hibah. “Alat ini diberikan tidak gratis, dalam artian ada targetnya. Targetnya, yakni produksi pertanian harus meningkat,” tambah Bupati.

Juga dijelaskan bahwa alat mesin pertanian tersebut diberikan bukan digunakan untuk pribadi, tetapi untuk kelompok dan harus dikelola dengan baik dan dipertanggungjawabkan.

Kepala Dinas PPKP Bantul Yus Warseno SPi MSc menambahkan, dengan bantuan alat pertanian ini diharapkan mampu menarik generasi muda untuk terjun dalam bidang pertanian sekaligus mengatasi permasalahan ketersediaan tenaga kerja. (rez)